Memperkenalkan Cita Rasa Kopi Robusta Empat Lawang
Kopi Robusta merupakan salah satu kopi yang berasal dari daerah Empat Lawang, Sumatera Selatan. Kopi jenis ini memiliki aroma wangi dan rasanya yang gurih meninggalkan kesan tersendiri bagi penikmatnya. meski tidak setenar kopi Robusta Basemah ataupun Kopi Robusta Lampung. tetapi perlu di ketahui bahwa mayoritas petani yang ada di Empat Lawang adalah Petani Kopi, dan hasil kopi Empat Lawang dari zaman dulu telah mengisi pangsa pasar kopi Indonesia.
Bahkan Empat Lawang menjadikan kopi sebagai ikon daerahnya. Tidak lengkap rasanya, jika datang ke Empat Lawang tanpa menikmati secangkir kopi atau tidak membawa oleh-oleh kopi sebagai produk perkebunan andalan daerah tersebut.
Mayoritas Kopi Empat Lawang adalah jenis Robusta yang tumbuh di dataran tinggi di sekitar pegunungan & perbukitan. Adapun ciri khas Kopi Robusta adalah rasanya yang lebih menyerupai cokelat. Bau yang dihasilkan juga manis. Tekstur dari kopi ini cenderung kasar dan memiliki warna yang bervariasi.
Pohon kopi Robusta sendiri lebih rentan diserang serangga. Pohon ini dapat tumbuh pada daratan rendah yaitu sekitar 700 m dpl. Jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi buah. Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.
Pohon kopi Robusta sendiri lebih rentan diserang serangga. Pohon ini dapat tumbuh pada daratan rendah yaitu sekitar 700 m dpl. Jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi buah. Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.
Rasa dari kopi Robusta Empat Lawang ini cenderung memiliki variasi rasa yang netral. Terkadang juga memiliki rasa atau aroma seperti gandung. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi dipasaran sana. Faktanya, harga biji kopi Arabica lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kopi Robusta.
Kini untuk lebih mengenalkan kopi Empat Lawang, Pemerintah Kabupaten Empat lawang melakukan berbagai upaya mulai dari edukasi pada petani sampai peningkatan kualitas dalam prosesnya juga pemasaran.
Seperti contoh pada bulai April 2017 kemarin Empat Lawang mengirimkan kadernya untuk mengikuti pelatihan "Uji Cita Rasa Kopi" yang di adakan di Jember. hal ini di harapkan agar kelak dapat memberikan ilmu yang dapat di terapkan di masyarakat Empat Lawang sekaligus memperkenalkan kopi Empat Lawang di kanca Nasional.
Empat Lawang yang memiliki tupografi daerah perbukitan, dikenal sebagai daerah sentra penghasil kopi di Sumatera Selatan. Dari 8 kecamatan, 7 kecamatan di antaranya mengandalkan kopi sebagai produk andalan pertanian. Luasan perkebunan kopi di kabupaten dengan slogan Saling Keruani Sangi Kerawati tersebut mencapai 60.398 hektar lebih.
Saat ini perkebunan kopi di Empat Lawang masih merupakan perkebunan rakyat dan menjadi mata pencarian utama. Tidak kurang dari 37.554 kepala keluarga (KK) di Empat Lawang berprofesi sebagai petani kopi. Itulah menjadi salah satu alasan pemerintah setempat menjadikan kopi sebagai ikon daerah. Sehingga timbul istilah belum merasa ke Empat Lawang jika belum menikmati secangkir kopi dan membawa oleh-oleh kopi dari Empat Lawang.
Meskipun saat ini kopi asal Empat Lawang belum dijual dengan kemasan khusus dan dipasarkan secara nasional, namun kekhasan kopi Empat Lawang sudah mulai dikenal. Untuk hasil perkebunan andalan, kopi masih menduduki peringkat pertama hasil perkebunan di Empat Lawang dibanding jenis tanaman perkebunan lain.
Sumber: lintangdusunku




Tidak ada komentar:
Posting Komentar